KONJUNGSI, KONJUNGTOR, ATAU KATA SAMBUNG
TUGAS
BAHASA
INDONESIA
KONJUNGSI, KONJUNGTOR,
ATAU KATA SAMBUNG
WIWIT
KELAS
VIII A
SEKOLAH
MENENGAH PERTAMA NEGERI 3 KOTA METRO
TAHUN
2015
KONJUNGSI, KONJUNGTOR,
ATAU KATA SAMBUNG
Konjungsi, konjungtor, atau kata
sambung adalah kata atau ungkapan yang menghubungkan dua satuan bahasa
yang sederajat: kata dengan kata, frasa dengan frasa,
klausa dengan klausa, serta kalimat dengan kalimat. Contoh: dan,atau, serta.
Preposisi dan konjungsi adalah dua
kelas yang memiliki anggota yang dapat beririsan. Contoh irisannya adalah karena,sesudah, sejak, sebelum.
Kata penghubung adalah kata-kata yang
digunakan untuk menghubungkan kata dengan kata, klausa dengan klausa atau
kalimat dengan kalimat. Umpamanya katadan, karena, dan ketika.
Dilihat dari fungsinya, berikut ini dua macam kata penghubung:
Kata penghubung yang kedudukannya
sederajat atau setara terdiri dari beberapa hal berikut:
·
Menggabungkan
biasa; dan, dengan, serta.
·
Menggabungkan
memilih: atau
·
Menggabungkan
mempertentangkan: tetapi, namun, sedangkan, sebaliknya
·
Menggabungkan
membetulkan: melainkan, hanya
·
Menggabungkan
menegaskan: bahkan, malah (malahan), lagipula, apalagi, jangankan
·
Menggabungkan
membatasi: kecuali, hanya
·
Menggabungkan
mengurutkan: lalu, kemudian, selanjutnya
·
Menggabungkan
menyamakan: yaitu, yakni, bahwa, adalah, ialah
·
Menggabungkan
menyimpulkan: jadi, karena itu, oleh sebab itu
Kata penghubung yang menghubungkan
klausa dengan klausa yang kedudukannya bertingkat dibedakan sebagai berikut:
·
Menyatakan
sebab: sebab dan karena
·
Menyatakan
syarat: kalau, jikalau, jika, bila, apalagi,
dan asal
·
Menyatakan
tujuan: agar dan supaya
·
Menyatakan
waktu: ketika, sewaktu, sebelum, sesudah, tatkala.
·
Menyatakan
akibat: sampai, hingga, dan sehingga
·
Menyatakan
sasaran: untuk dan guna
·
Menyatakan
perbandingan: seperti, sebagai, dan laksana
·
Menyatakan
tempat: tempat
Kata Penghubung dan
Kata penghubung ini untuk menyatakan "gabungan biasa"
digunakan pada bagian berikut:
Diantara dua buah kata benda
Contoh:
·
Ibu dan ayah pergi ke Bogor
·
Ayah membeli rokok dan korek api
Di antara dua buah kata kerja
Contoh:
·
Mereka makan dan minum di kelas
·
Ibu mencuci dan menyetrika pakaian kami
Diantara dua buah kata sifat yang tidak bertentangan.
Contoh;
·
Anak itu rajin dan pandai
·
Pohon durian itu besar dan tinggi
Catatan:
1). Kalau keduanya kata sifat yang digabungkan dengan kata penghubung dan itu sifatnya bertentangan, maka tidak mungkin menduduki fungsi predikat.
Jadi mungkin terdapat kalimat sebagai berikut;
*Anak itu rajin dan malas
*Pohon durian itu besar dan kecil
Tetapi kedua kata sifat ini banyak menduduki fungsi subjek. Umpamanya sebagai berikut:
*Kaya dan miskin di hadapan Tuhan sama saja
*Buruk dan baik perlu dipertimbangkan masak-masak
2) Jika yang dihubungkan lebih dari dua buah kata, maka kata penghubung dan hanya digunakan diantara dua buah kata yang terakhir.
*Kami memerlukan kertas, lem, gunting, dan benang
*Dia dipukul, dibanting, dan ditendang oleh musuhnya
*Anaknya pandai, ramah, dan rajin
Di antara dua buah klausa (bagian kalimat) dalam sebuah
kalimat majemuk/luas
Contoh;
·
Saya mau piano dan adik menggesek biola
·
Ali belajar bahasa Inggris dan kakaknya belajar bahasa
Arab
Jikalau klausa-klausa yang digabungkan itu lebih tinggi dari 2
buah, maka kata penghubung dan hanya digunakn di antara dua buah klausa yang
terakhir. Contoh:
· Gubernur menyumbang sepuluh juta rupiah, bupati menyumbang
lima juta rupiah, dan para pengusaha menyumbang enam juta rupiah.
Kata
Penghubung dengan
Kata penghubung ini fungsinya untuk menyatakan "gabungan
biasa", dapat pula digunakan diantara dua buah kata benda. Contoh:
·
Ibu dengan ayah pergi ke Bogor
·
Dia dengan anaknya sudah datang
·
Saya menggunting dengan gunting.
Kata
Penghubung serta
Kata penghubung serta dengan fungsinya untuk menyatakan
"gabungan biasa" digunakan di antara dua buah kata benda. Contoh:
·
Kakak serta nenek akan datang minggu depan
·
Uangmu serta uangku sebaiknya kita satukan saja untuk
modal usaha.
Catatan:
Kata penghubung
dengan, serta, sebaiknya diganti/digunakan kata penghubung dan.
Kata Penghubung atau
Kata penghubung atau dengan fungsi untuk menyatakan
"memilih" dapat digunakan di antara bagian berikut. a. Dua buah kata
benda atau frase benda Contoh:
·
Nama orang itu Adi atau Andi?
·
Sarjana teknik atau sarjana sastra sama pentingnya dalam
pembangunan.
b. Dua buah kata kerja Contoh:
·
Jangan menegur atau mengajak bicara anak-anak nakal itu.
·
Dalam peperangan seperti itu tidak ada pikiran lain,
membunuh atau dibunuh.
c. Dua buah kata sifat yang berlawanan maknanya. Contoh:
·
Kaya atau miskin dihadapan tuhan tidak ada bedanya
·
Mahal atau murah akan kubeli rumah itu
d. Kata kerja atau kata sifat dengan ingkarannya Contoh:
·
Kamu mau datang atau tidak, itu adalah urusanmu
·
Jujur atau tidak jujur orang-orang itu saja tidak tahu.
e. Dua buah klausa dalam sebuah kalimat majemuk setara Contoh:
·
Saya yang datang kerumahnya, atau kau yang datang
kerumahku?
·
Sebaiknya kita berangkat sekarang saja, atau kita tunggu
dulu kedatangan beliau.
Catatan:
Kalau yang harus dipilih terdiri dari lebih dua unsur,
maka kata penghubung atau ditempatkan diantara kedua unsur yang terakhir.
Contoh:
·
Teh, kopi, atau air putih yang hendak kau minum.
·
Nama anak itu Difa, Dika atau Dita?
Kata
Penghubung tetapi
Kata hubung tetapi dengan fungsi untuk menyatakan
"menggabungkan pertentangan" digunakan di antara bagian berikut. a.
Dua buah kata sifat yang berkontras di dalam sebuah kalimat. Contoh:
·
Anak itu cerdas tetapi malas
·
Dia memang bodoh tetapi rajin
b. Dua buah klausa yang subjeknya merujuk pada identitas yang
sama sedangkan predikatnya adalah dua buah kata sifat yang berkontras. Contoh:
·
Rumah itu besar dan indah, tetapi halamannya sempit
·
Anak itu memang bodoh, tetapi hatinya jujur
c. Dua buah klausa yang subjeknya merujuk pada pada identitas
yang tidak sama dengan predikatnya adalah dua buah kata sifat yang berlawanan.
Contoh:
·
Ali sangat pandai tetapi Sudin sangat bodoh
·
Di luar rumah sangat gelap sekali, tetapi di dalam terang
benderang
d. Dua buah klausa yang klausa pertama berisi pertanyaan dan
klausa kedua berisi pengingkaran dengan kata tidak. Contoh:
·
Kami ingin melanjutkan sekolah tetapi tidak ada biayanya
·
Saya memang hadir di sana tetapi tidak melihat hal-hal
yang mencurigakan
Catatan:
Kata penghubung tetapi tidak dapat digunakan sebagai penghubung antar kalimat
Contoh:
·
Saya ingin terus belajar. Tetapi ayah menyuruh saya
bekerja
(Seharusnya: Saya ingin terus belajar, tetapi ayah menyuruh saya
bekerja.)
·
Ibu mengizinkan saya pergi ke sana. Tetapi ayah melarang
(Seharusnya: Ibu mengizinkan saya pergi, tetapi ayah melarang)
Kata
Penghubung namun
Kata penghubung namun dengan fungsi "menggabungkan
mempertentangkan" digunakan di antara dua buah kalimat. Kalimat pertama
atau kalimat sebelunya berisi penyatuan dan kalimat kedua berisi pernyataan
yang kontras dengan kalimat pertama. Contoh:
· Sejak kecil dia kami asuh, kami didik, dan kami
sekolahkan. Namun, setelah dewasa menjadi orang besar dia lupa kepada kami.
· Sehabis lebaran banyak kantor masih sepi. Pegawai-pegawai
cuma duduk-duduk, mengobrol, atau baca koran. Namun, mereka tetap berada di
tempat sampai jam kantor.
Catatan:
1). Kata penghubung namun sesungguhnya sama fungsinya dengan kata penghubung tetapi. Namun, kata penghubung tetapi hanya digunakan sebagai penghubung antar klausa, sedangkan kata penghubung namun digunakan sebagai penghubung antar kalimat. Perhatikan contoh-contoh diatas. 2). Kata penghubung namun untuk lebih menegaskan, dapat diikuti kata begitu dan demikian.
Contoh:
·
Sejak kecil dia kami asuh, kami didik, dan kami
sekolahkan. Namun begitu, setelah dewasa menjadi orang besar dia lupa kepada
kami.
·
Dia memang bandel, keras kepala, dan suka membantah. Namun
demikian, hatinya baik dan suka menolong.
Kata Penghubung sedangkan
Kata penghubung ini dengan fungsi untuk "menggabungkan
mempertentangkan atau mengkontraskan" digunakan di antara dua buah klausa.
Contohnya:
·
Ayah menjadi dokter di puskesmas, sedangkan ibunya menjadi
bidan.
·
Kami bekerja keras memperbaiki tanggul yang jebol itu,
sedangkan mereka berdua duduk-duduk saja berpangku tangan.
·
Rita anak yang rajin, sedangkan Dita anak yang pemalas
Kata penghubung sebaliknya
Kata penghubung sebaliknya dengan fungsi untuk menyatakan
"menggabungkan mempertentangkan dengan tegas" dapat digunakan di
antara dua buah klausa atau di antara dua buah kalimat. Contoh:
·
Di hadapan kita dia memang ramah. Sebaliknya, jauh dari
kita sombongnya bukan main.
·
Muara sungai itu lebar dan dangkal. Sebaliknya, di bagian
hulu sungai itu sempit dan dalam.
Kata
Penghubung malah dan malahan
Kata penghubung malah dan malahan dengan fungsi untuk
"menguatkan mempertentangkan" digunakan di antara dua buah klausa
tentang amanat keduanya bertentangan. Contoh:
·
Diberi pertolongan bukannya mengucapkan terima kasih,
malah ia memburuk-burukkan nama kita
Kata
Penghubung bahkan
Kata penghubung bahkan dengan fungsi "menggabungkan
menguatkan" dapat digunakan di antara dua buah kalimat. Contohnya:
·
Anak itu memang nakal. Bahkan ibunya sendiri pernah
ditipunya.
·
Dia pandai sekali memegang rahasia. Bahkan kita sendiri
tidak tahu.
Kata
Penghubung lagipula
Contohnya: 1) Saya tidak hadir karena sakit. Lagipula saya tidak
diundang. 2). Mari kita makan di restoran ini saja, masakannya enak, harganya
murah, lagipula pelayanannya memuaskan.
Kata
Penghubung apalagi
Kata penghubung apalagi dengan fungsi untuk menyatakan
"menggabungkan menguatkan" digunakan pada awal keterangan tambahan
atau kalimat tambahan. Contoh:
·
Kamu saja yang lulusan SMA tidak tahu, apalagi saya yang
cuma tamatan SD
·
Jalan-jalan di ibu kota seringkali macet. Apalagi pada
jam-jam sibuk.
Catatan:
1). Secara optimal kata penghubung apalagi dapat diikuti kata kalau atau jika, bila digunakan pada kalimat yang tidak bersubjek.
Contoh: Hawa disini sejuk sekali, Apalagi kalau malam hari. Saya tidak dapat hadir. Apalagi jika tidak dijemput.
2) Kata penghubung lebih-lebih pula atau lebih-lebih lagi dengan fungsi untuk menyatakan "menguatkan" dapat digunakan pada awal keterangan tambahan atau kalimat tambahan, sebagai varian dari kata penghubung apalagi atau apalagi kalau. Contoh: Anak itu memang nakal, lebih-lebih lagi di sekolah. Saya tidak mau bicara dengan dia, lebih-lebih pula kalian sikapnya begitu.
Kata
Penghubung itupun
Kata penghubung itupun dengan fungsi "menggabungkan
menguatkan" dapat digunakan diantara dua buah kalimat yang amanatnya
sejalan. Kalimat pertama biasanya diawali dengan kata penghubung hanya. Contoh:
· Hanya lima orang yang hadir dalam rapat itu. Itupun dua
orang diantara mereka sudah akan meninggalkan rapat sebelum selesai.
· Hanya seribu rupiah yang akan dapat kuberikan. Itupun
sebenarnya lembaran uangku stu-satunya yang terakhir.
Kata
Penghubung jangankan
Kata penghubung jangankan dengan fungsi "menguatkan
mempertentangkan" digunakan pada bagian berikut. a. Di depan klausa
pertama pada sebuah kalimat majemuk setara sedangkan pada klausa kedua biasanya
disertakan partikel pun. Contohnya:
·
Jangankan berjalan, berdiri pun aku tak sanggup
·
Jangankan seribu, seripiah pun tak punya
b. Di depan klausa pertama pada sebuah kalimat majemuk setara
sedangkan klausa keduanya diawali dengan kata sedangkan. Contohnya:
· Jangankan cuma mendaki bukit itu, sedangkan Gunung Merapi
yang lebih tinggi sudah pernah kudaki
· Jangankan membeli buku, sedangkan untuk membeli makanan
saja uangku tak pernah cukup.
c. Di depan klausa pertama pada sebuah kalimat majemuk setara
seangkan klausa keduanya diawali dengan kata "malah" atau
"malahan." Contohnya:
·
Jangankan membantu kita, malah kita yang harus membantunya
·
Jangankan dapat menabung untuk masa depan, malah untuk
biaya makan sehari-hari saja tidak cukup
Kata
Penghubung melainkan
Kata penghubung ini dengan fungsi untuk menyatakan "koreksi
atau pembetulan" digunakan diantara dua buah klausa. Klausa pertama
biasanya disertai dengan kata ingkar bukan, yang diletakan di muka unsur
kalimat yang akan dikoreksi. Contoh:
·
Kami bukan mengejek, melainkan mengatakan apa adanya
Kata
Penghubung hanya
Kata penghubung hanya digunakan dengan aturan sebagai berikut:
a. Untuk menyatakan "menggabungkan-mengecualikan"
digunakan diantara dua buah klausa. Contohnya:
·
Semua orang setuju, hanya dia yang tidak setuju
·
Kami semua sudah siap untuk bertransmigrasi, hanya dia
yang masih ragu-ragu
b. Untuk menyatakan "menggabungkan mengoreksi"
digunakan di antara dua buah klausa. Klausa pertama berisi pertanyaan positif,
dan klausa kedua berisi pertanyaan yang mengurangi kepositifan klausa pertama.
Perilaku
sintaksis
1.
Konjungsi koordinatif;
menghubungkan dua atau lebih unsur (termasuk kalimat) yang sama pentingnya atau
setara. Kalimat yang dibentuk disebut kalimat majemuk setara. Contoh: dan, serta, atau, tetapi, melainkan, padahal, sedangkan.
2.
Konjungsi korelatif;
menghubungkan dua atau lebih unsur (tidak termasuk kalimat) yang memiliki
status sintaksis yang sama dan membentuk frasa atau kalimat. Kalimat yang
dibentuk agak rumit dan bervariasi, kadang setara, bertingkat, atau bisa juga
kalimat dengan dua subjek dan satu predikat. Contoh:baik ... maupun, tidak hanya ..., tetapi juga, bukan hanya ..., melainkan juga, demikian ... sehingga, sedemikian rupa ... sehingga, apa(kah) ... atau, entah ... entah, jangankan ..., ... pun.
3.
Konjungsi subordinatif;
menghubungkan dua atau lebih klausa yang tidak memiliki status sintaksis yang
sama. Konjungsi membentuk anak kalimat yang jika digabungkan dengan induk
kalimat akan membentuk kalimat majemuk bertingkat.
1.
Konjungsi subordinatif waktu; sejak
2.
Konjungsi subordinatif syarat; jika
3.
Konjungsi subordinatif pengadaian; andaikan
4.
Konjungsi subordinatif tujuan; agar
5.
Konjungsi subordinatif konsesif; biarpun
6.
Konjungsi subordinatif pembandingan; ibarat
7.
Konjungsi subordinatif sebab; karena
8.
Konjungsi subordinatif hasil; sehingga
9.
Konjungsi subordinatif alat; dengan
10.
Konjungsi subordinatif cara; tanpa
11.
Konjungsi subordinatif komplementasi; bahwa
12.
Konjungsi subordinatif atributif; yang
13.
Konjungsi subordinatif perbandingan; sama ... dengan
4.
Konjungsi antarkalimat;
merangkaikan dua kalimat, tetapi masing-masing merupakan kalimat sendiri.
Contoh-contoh
kalimat yang menggunakan konjungsi korelatif
1.
Budi bukannya anak yang nakal, melainkan seorang anak yang membutuhkan
perhatian dari orang lain.
2.
Bayangan hitam yang terbang itu bukannya hantu, melainkan bayangan
burung yang keluar di malam hari.
3.
Bukannya aku mengabaikanmu, melainkan hanya memberimu sebuah pelajaran
tentang saling mengerti.
4.
Bukannya aku takut untuk kehilangan dirinya, tapi aku takut kehilangan
memori indah yang telah kami lalui bersama.
5.
Seorang ayah yang memukul anaknya bukan karena dia jahat, tetapi karena
dia masih sayang dengan anaknya.
6.
Aku bukannya tidak mengetahui apa yang ingin mereka lakukan, tetapi aku
hanya menunggu waktu yang tepat untuk memberitahukannya.
7.
Entah benar entah tidak, dia berkata bahwa dialah orang yang berada di
balik ini semua.
8.
Entah hitam entah putih, model baju itu sangat tidak cocok dengan warna
celana yang kau kenakan.
9.
Ibu Ani menjelaskan akar persamaan kuadrat tanpa mengetahu
murid-muridnya entah mengerti entah tidak dengan apa yang disampaikannya.
10.
Entah mau entah tidak, aku akan mengajaknya menonton konser musik malam
ini.
11. Anak-anak itu bernyanyi di
tengah lapangan yang terik entah haus entah tidak, mereka tetap bernyanyi
dengan semangat.
12. Jangankan mobil yang bagus,
sepeda motor yang murah pun aku tidak punya.
13. Jangankan melihat Andi,
hidungnya pun aku tidak pernah menemuinya.
14. Pak Amat adalah orang kaya,
jangankan hanya sekedar membeli beras, membeli pabriknya pun dia mampu.
15. Jangankan menemui dan
mengobrol dengannya, menghubunginya melalui hand pone pun tidak bisa akibat
pekerjaannya yang sangat banyak.
16. Jangankan soal matematika,
soal-soal fisika yang sangat sulit pun dia selesaikan dengan lancar dan tanpa
kesalahan.
17. Pengendara motor itu memacu
motor demikian cepatnya sehingga dia menabrak mobil truk yang ada di depan.
18. Seniman itu membuat lukisan
demikian indahnya sehingga sangat sulit untuk di lukis ulang oleh seniman lain.
19. Soal-soal fisika itu dibuat
demikan sulitnya sehingga para siswa tidak bisa mengerjakan satu soal pun.
20. Pak Budi bertindak demikian
bijaksananya sehingga menjadi guru favorite semua siswa di sekolah.
21. Semua pemain berlari
demikian lelahnya sehingga tak ada satupun yang bisa mengejar bola itu.
22. Teka-teki itu dibuat
sedemikian rupa sehingga sangat sulit untuk dipecahkan.
23. Dia menutupi kebohongannya
sedemikian rupa sehingga tak seorangpun mengetahuinya.
24. Maling itu telah merencanakan
aksinya sedemikian rupa sehingga sangat sulit untuk diungkap kejahatannya.
25. Ibu membuatkanku makanan
sedemikian rupa sehingga aku sangat merindukan masakannya.
26. Budi menyusun bunga itu
sedemikian rupa sehingga karangan itu menjadi sangat mahal harganya.
27. Baik Budi maupun Andi,
keduanya adalah anak-anak yang sangat pintar di kelasnya
28. Baik Jakarta maupun Lampung,
kedua kota tersebut dipadati oleh penduduk pendatang bukan aslinya.
29. Dia sangat sayang kepada
ayahnya yang menjaganya maupun ibunya yang mengasihinya.
30. Baik bersama kakaknya,
maupun bersama adiknya, Budi selalu mencairkan suasana dengan humornya.
31. Baik di siang hari maupun di
malam hari, Ibu selalu menjaga kita tanpa kenal lelah.
32. Pak Sholeh tidak hanya
seorang guru, tetapi juga seorang pengusaha meubel yang sukses.
33. Anto tidak hanya datang dan
duduk di acara itu, tetapi juga ikut membantu para panitia.
34. Aku tidak hanya mencari Pak
Budi, tetapi juga mencari Bu Ani untuk meminta tanda tangan mereka.
35. Agus tidak hanya memiliki
sebuah sepeda motor, tetapi juga memiliki mobil yang bagus.
36. Kepergiannya tidak hanya
menyedihkan bagi keluargaanya, tetapi juga seluruh orang di dekatnya.
37. Anak itu bukan hanya merusak
nama baik sekolah, melainkan juga nama baik orang tuanya.
38. Dia tidak hanya membantu
teman-temannya, melainkan juga menyantuni anak-anak yatim.
39. Ibunya bukan hanya mengurus
hidup dirinya, melainkan juga mengurus pekerjaannya.
40. Bukan hanya dia yang
bersedih atas kejadian ini, melainkan juga semua teman-temannya.
41. Bukan hanya urusan
pribadinya yang dipikirkan, melainkan juga urusan orang banyak.
42. Apakah kau menyukai tempat
ini atau tidak?
43. Apa kamu mau ikut dengan
kami atau tidak?
44. Aku bingung dengan
tingkahnya, apakah dia sadar atau tidak melakukan itu semua.
45. Aku tidak yakin dengan apa
yang kulihat apa sebuah binatang atau sebuah tumbuhan hidup.
46. Apakah kamu menyelesaikan
tugas matematika atau menyelesaikan tugas bahas Indonesia?